Logopit-1595379189656

KAPOLRES : (UPDATE BERITA) "YA KAMI TELAH MENETAPKAN 3 TERSANGKA YANG DINYATAKAN CUKUP BUKTI"

foto news update Kapolres Nganjuk kepada media


Tribratanews-nganjuk.com Perkembangan kasus adanya gesekan antara perguruan pencak silat PSHT dengan PN  yang terjadi pada hari Minggu 24/06/2018 sekira pukul 13.00 Wib,yang terjadi di jalan raya Nganjuk-Kediri Kec.Pace Kab.Nganjuk.


Kejadian tersebut diawali dengan adanya rombongan pemuda yang berjumlah lebih dari 500 orang mengendarai sepeda motor menggunakan atribut perguruan PSHT dengan pakaian preman sambil mbleyer-mbleyer sepeda motor sampai di TKP bebrapa orang dari rombongan tersebut turun dan melakukan pengrusakan terhadap benner,bendera NU,dan bendera PN dengan cara merobek dan membakar .Kemudian datang mobil patroli dari Polsek Pace dan membubarkan rombongan tersebut ,selanjutnya dengan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Pace.


Setelah adanya Laporan tersebut Kepolisian mengambil langkah-langkah dengan melaksanakan Mediasi antara Pengurus NU Kab.Nganjuk perguruan Silat PN dan pengurus PSHT Nganjuk Senin 25/06/2018 di Lobby Polres Nganjuk yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Dwa Nyoman Nanta Wiranta S.i.K.,M.H. yang dihadiri juga Letkol ARH.Sri Rusyono Dandim 0810 Nganjuk selaku IPSI Kab.Nganjuk,Ketua DPRD  Puji Santoso dan Sekda Kab.Nganjuk Agoes.


Dalam Mediasi tersebut membuahkan hasil kesepakatan berupa Nota Kesepakatan damai antara kedua kubu . Dari pihak Pengurus NU Kab.Nganjuk bersedia dan menerima permohonan maaf dari Pengurus PSHT Kab.Nganjuk,namun demikian persyaratan kesungguhan permintaan maaf tersebut Pengurus PSHT diwajibkan menyampaikan permohonan maaf melalui Media cetak yang telah ditentukan.


Sekalipun sudah ada kesepakatan antar kedua belah pihak ,kasus tetap berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku,sesuai dengan laporan Polisi LP/12/SEK.1.10/VI/2018/Jatim/Res Nganjuk/Sek Pace tanggal 24 Juni 2018 tentang pengrusakan Pasal 170 ayat (1) KUHP , dengan dasar ini akhirnya Polres Nganjuk menetapkan 3 ( tiga ) tersangka.


Dari 12 (dua belas) orang yang diduga pelaku ,setelah dilakukan pemeriksaan saksi dan keterkaitan barang bukti yang ada di dapati 3 (tiga) orang pelaku antara lain An. EDS ,Lk,19 thn,Sawahan Kab.Nganjuk (Pidum) mencopot bendera,JRW , Lk,19 Thn ,Loceret ,Kab.Nganjuk (Pidum) merobek benner ucapan Idhul Fitri milik NU dan IGF, Lk 16 Thn,Sukomoro, Kab.Nganjuk (ditangani PPA ) membakar bendera


Menurut Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyomana Nanta Wiranta S.I.K.,M.H. " Mudah-mudahan kejadian ini merupakan kejadian yang terakhir ,kita menyadari bahwa perbuatan tersebut sangat-sangat mengganggu kondusifitas kota Nganjuk,mari kita tetap menjaga wilayah Nganjuk ini agar tetap aman dan damai". ungkap Kapolres.


Harapan masyarakat Kab.Nganjuk semoga kejadian tersebut tidak mengganggu pelaksanaan Pilkada serentak 2018,yang dilaksanakan hari ini Rabu 27/06/2018 ,semua rangkaian kegiatan pungut suara dapat berjalan dengan aman dan damai ,baik pada saat dan pasca Pilkada serentak 2018.(Humas)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama