Selasa, 10 November 2020

Forkopimda Nganjuk Melaksanakan Peringatan Hari Pahlawan ke-75 Tahun 2020

 


Nganjuk,tribratanews-nganjuk.com-Tanggal 10 Nopember adalah merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa Indoneia,karena saat terjadi peetempuran yang sangat sengit sekali antaara warga Surabaya dengan Belanda sebagaimana dikutib Pikiran-Rakyat.com dari sotus pemprov Bone.

10 November 1945 merupakan salah satu tanggal bersejarah, lantaran terjadi pertempuran besar pascakemerdekaan, yang dikenal juga sebagai pertempuran Surabaya

Dengan demikian bagi seluruh bangsa Indonesia memperingatinya dengan mengadakan kegiatan dimasing-masing wilayah seperti yang dilaksanakan di Kab.Nganjuk pagi ini.Selasa 10/11/2020

Pagi ini di Pendpo Kab.Nganjuk dilaksanakan Upacara dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang ke 75, diikuti oleh seluruh PJU Polres Nganjuk dan Instansi terkait ,sebagai Irup adalah Wakil Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, M.BA.

Ikut hadir Letkol Inf Georgius Luky Ariesta, S.I.P, M.Si.  (Dandim 0810/Nganjuk),AKBP Handono Subiakto, SH. S.I.K. MH. (Kapolres Nganjuk),Tatit Heru Tjahyono, A. Md. (Ketua DPRD Kab. Nganjuk) beserta pimpinan DPRD Nganjuk, Firmansyah Suban, SH, MH (Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk),Drs. M. Yasin, M. Si (Sekda Kab. Nganjuk), Mayor(Purn) Soedjiman (Ketua DPC PEPABRI Kab. Nganjuk).

Kegiatan selanjutnya  bertempat di TMP Yudha Pralaya Jl. Anjuk Ladang Ds. Sukorejo Kec. Loceret Kab. Nganjuk dengan dilaksanakan Ziarah Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Ke 75 Tahun 2020, diikuti sekitar 100 orang dipimpin oleh AKBP Handono Subiakto, SH. S.I.K. MH. (Kapolres Nganjuk).

Peringatan Hari Pahlawan 2020, Ini sejarah singkatnya ,10 November merupakan tanggal bersejarah bagi Bangsa Indonesia, tanggal tersebut identik dengan pidato yang diakhiri pekikan takbir Bung Tomo.

10 November saban tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan, lantaran didasari oleh Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional.

Dijatuhkannya tanggal 10 November sebagai peringatan Hari Pahlawanlantaran pada tanggal tersebut terjadi peristiwa pertempuran antara warga Surabaya dengan tentara Belanda, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi Pemprov Bone.

10 November 1945 merupakan salah satu tanggal bersejarah, lantaran terjadi pertempuran besar pascakemerdekaan, yang dikenal juga sebagai pertempuran Surabaya.

Usai proklamasi pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera Indonesia dikibarkan di seluruh wilayah Tanah Air.

Gerakan pengibaran bendera tersebut dilaporkan meluas ke seluruh wilayah, salah satunya di Surabaya. Tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration).

Tugas mereka melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belandasebagai negara jajahan.

Hal tersebut memantik kemarahan warga Surabaya, lantaran menilai bahwa Belanda telah menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan Sang Saka.

Tak hanya itu, mereka melayangkan protes dengan berkerumun di depan Hotel Yamato.

Mereka juga meminta bendera Belanda diturunkan untuk diganti mengibarkan bendera Indonesia.

Pada 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir meruncing, lantaran Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan tersebut.

Hingga mengakibatkan Ploegman, pemimpin organisasi Indo Europesche Vereniging (IEV) yang diangkat NICA menjadi Wali Kota Surabaya tewas dicekik oleh Sidik di Hotel Yamato pun terjadi ricuh.

Sementara itu, Hariyono dan Koesno Wibowo berhasil merobek bagian biru bendera Belanda sehingga bendera tersebut serupa bendera Indonesia.

Pada 29 Oktober, pihak Indonesia dan Inggris sepakat menandatangani gencatan senjata.

Namun keesokan harinya, keduanya bentrok dan menyebabkan pimpinan tentara Inggris, Brigadir Jenderal Mallaby, tewas tertembak hingga mobil yang ditumpanginya diledakan oleh milisi.

Pengganti Mallaby yang tewas, Mayor Jenderal Robert Mansergh, mengeluarkan ultimatum, ihwal kepemilikan senjata.

Bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia bersenjata harus melapor serta meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan. Tepat 9 November 1945, tentara sekutu mengeluarkan ultimatum kepada warga Surabaya yang berisi tuntutan agar warga Surabaya menyerahkan semua senjata kepada tentara Sekutu sebelum jam 6.00 pagi pada tanggal 10 November 1945.

Namun, ultimatum tersebut ditolak oleh warga Surabaya. Ultimatum tersebut membuat rakyat Surabaya marah hingga terjadi pertempuran 10 November.

Perang antar kedua kubu berlangsung sekira tiga minggu, merenggut ribuan korban jiwa di pihak Indonesia.

Tokoh perjuangan yang menggerakkan rakyat Surabaya kala itu antara lain Bung Tomo, KH Hasyim Asyari, dan Wahab Hasbullah.

Melalui siaran-siaran radionya, Bung Tomo menggelorakan semangat perjuangan rakyat Surabaya


Sumber diambil dari : PikiranRakyat.com

Irwan Suherman - 9 November 2020, 14:18 WIB

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPERASI YUSTISI, POLSEK NGLUYU LAKSANAKAN INI

Nganjuk ,tribratanews-nganjuk.com Ngluyu –Polsek Ngluyu melaksanakan operasi Yustisi berdasarkan Inpres  Nomor 06 tahun 2020 tentang pening...