Logopit-1595379189656

CIPTAKAN KERUMUNAN, PENGAMEN SENI JARANAN KELILING DI BUBARKAN OLEH PERANGKAT DESA DAN KEPOLISIAN


Nganjuk, tribratanews-nganjuk.com

Bagor - guna menghindari cluster baru penularan  virus covid -19  perangkat Desa Banaran wetan dan kepolisian membubarkan pengamen seni jaranan keliling dengan cara humanis.


Pada hari senin (03/05) Sekitar pukul  20.00 wib malam pihak Polsek Bagor mentapatkan laporan via telpon dari warga dan perangkat Desa Banaran wetan Bahwa di Desa Banaran wetan kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk ada salah satu  pengamen seni jaranan keliling menggunakan mobil pick up memasuki wilayah Dusun Kampir Desa Banaran wetan  yang menimbulkan banyak kerumunan warga dan berpotensi menimbulkan klastes baru penularan covid -19.


Mendapatkan laporan dari warga KSPKT polsek Bagor Aiptu Herman beserta Bawas Aiptu Riyanto (Bawas) segera meluncur ke Desa Banaran wetan.sesampainya di lokasi petugas Polsek Bagor melihat dan mendapati banyak sekali warga berkerumun menyaksikan hiburan seni jaranan keliling yang sedang tampil menghibur warga.


Melihat situasi seperti itu aparat pemerintahan Desa dan Anggota Polsek Bagor langsung memberhentikan pertunjukan seni jaranan dengan cara humanis dan memberikan himbauan kepada warga agar segera membubarkan diri dan pulang kerumah masing - Masing.selanjutnya ketua maupun pemain jaranan di bawa ke polsek untuk dimintai keterangan.


Kapolsek Bagor AKP Tommi hermanto,S.H  mengatakan situasi saat ini masih bulan ramadhan dan pandemi covid - 19 juga belum berakhir jadi kami mohon kepada warga dan para seniman apapun yang akan mengadakan acara untuk bisa memahami serta menahan diri dulu sampai pandemi covid -19 di nyatakan berakhir. Situasi yang sudah kondusif seperti ini mari kita jaga bersama dan  pertahankan,  kami paham dan mengerti bahwa masyarakat sudah rindu dengan hiburan namun kami juga tidak ingin ada penambahan klaster baru penularan covid -19 di wilayah kecamatan Bagor. tutur Kapolsek


(humas Polsek Bagor)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama